About the Initiator

Follow My Heart Although It Is Not the Easiest Way

 

Starting career in accounting, having experience in various subsidiaries of Astra International Group, did not satisfy my thirst of knowledge. Studying at the Australian Graduate School of Management, the University of New South Wales was a turnaround point for me to my future.

 

Destined to find what the real mission of companies. Only to satisfy short-term financial targets? Would the people spend the time of their lives working in the companies be satisfied? Those questions raising during the journey drive me to find what the real mission of companies. What tools can help navigate business? Those principle questions are worked on and refined all the time. Articles in Swasembada, Globe Asia and Business Review were documents during the journey.

 

My first book was published on April 17, 2009; my husband’s birthday. The book is a milestone for my next journey. Various seminars and judging activities for awards are means for learning, gaining knowledge and contribute. A motto: never stop learning, open minded, ready to fine-tune  my map. The map is not the territory, isn’t it? Learning is lifelong, as life is a journey and during that I have to keep fine-tuning my map.


"The map is not the territory" also applies to understanding perception about self and others. Do the best, follow the love in my heart. Do what is useful for others. Respect principles, listen to your conscience. Complete with tools that make performance measurable, so that the time and distance travelled in our journey known and the direction is right.

 


Tentang Penggagas

Percaya akan Panggilan Hati Meski Bukan yang Termudah

 

Mengawali karir di bidang akuntansi, menimba pengalaman di berbagai anak perusahaan Astra International, tidak memuaskan kehausan akan ilmu. Menuntut ilmu hingga merauh gelar MBA di the Australian Graduate School of Management di the University of New South Wales merupakan titik balik dalam menemukan panggilan hidup yang baru.

Timbullah tekad untuk mencari apa misi sebenarnya perusahaan. Hanya memuaskan ukuran kinerja keuangan sesaat? Untuk apa perusahaan itu sebenarnya ada? Apakah orang-orang yang menghabiskan hidupnya dalam bekerja di dalam perusahaan itu memilki kepuasan pribadi di dalamnya? Pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk seiring dengan perjalanan hidup mendorong untuk menemukan tujuan usaha yang sebenarnya. Alat-alat apa yang dapat membantu navigasi usaha? Pertanyaan-pertanyaan mendasar inilah yang digarap dan diperbaiki setiap saat.

Artikel-artikel di majalah Business Review, dan secara spesifik mengenai Economic Value Added di majalah SWA dan Globe Asia merupakan ekspresi dan dokumentasi pencarian itu.

Buku pertama yang terbit 17 April 2009 bersamaan dengan ulang tahun suami, menjadi tonggak berikut bagi jalan yang saya titi, jalan yang dicinta hati. Berbagai seminar dan kegiatan penjurian menjadi sarana belajar, meningkatkan ilmu dan berkarya. Sebuah motto pula: tak akan pernah berhenti belajar, berpikiran terbuka, siap memperbaiki peta penentu arah. Bukankah peta itu bukan teritori? Implikasinya: belajar berlangsung sepanjang hayat.

"Peta bukan teritori" juga menjadi dasar pemahaman orang lain dan diri. Lakukan yang terbaik sesuai cinta di hati. Lakukan yang berguna untuk orang lain. Indahkan prinsip yang dibisikkan nurani. Padukan dengan alat-alat untuk membuat hasil kerja terukur, waktu dan jarak yang ditempuh terukur agar perjalanan terarah.


Make a Free Website with Yola.